DIGDAYA Command Center: Smart Budgeting & Tax Intelligence
Ringkasan eksekutif potensi pajak daerah, tax gap, keselarasan belanja dengan prioritas nasional, dan entitas risiko tinggi.
Potensi Pajak Daerah
Rp 44,6 T
+3,2% YoY
Tax Gap Terdeteksi
Rp 2,4 T
Estimasi big data vs pelaporan
Budget Alignment
78%
Selaras prioritas nasional
Entitas Fraud Risiko Tinggi
127
WP hotel/resto/PBB
Target vs Realisasi Pendapatan Pajak
Hotel, Restoran, PBB — data dummy (satuan Rp Miliar)
Resume Pendapatan
Smart Revenue & Anti-Fraud — ensemble Telco MSIGHT, WiFi sensing, eWoM, CV.
Bobot Sumber Data (Ensemble)
Aktif:
Fraud Risk Quadrant
Sumbu X: kepadatan WiFi / estimasi keramaian · Sumbu Y: omset terlapor (indeks)
Insight Cepat
- 34 restoran di kuadran “omset rendah + keramaian tinggi”.
- Telco MSIGHT mendeteksi lonjakan footfall 22% vs laporan SPT.
- eWoM negatif berkorelasi dengan 12 WP gap > 40%.
Top Anomaly Establishments
| Nama WP | Kategori | Omset Lapor | Estimasi AI | Gap % | Risk 0–10 | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
Resume Belanja
NLP & Agentic AI pada dokumen APBD/Perda — tagging & alignment prioritas nasional.
AI Policy Consultant
Agentic narrative (dummy)
Ringkasan agen
Berdasarkan analisis 127 kebijakan baru (Perda/Pergub), 85% selaras dengan RPJMD dan prioritas nasional. Peringatan: 3 kebijakan tumpang tindih dengan program pusat (PKH & JKN). Potensi efisiensi belanja teridentifikasi sekitar Rp 15 Miliar melalui konsolidasi pengadaan serupa.
Distribusi Belanja per Tag Prioritas Nasional
Auto-tagging NLP dari lampiran APBD (dummy)
Kebijakan Daerah & Alignment
| Nama Kebijakan | Auto-Tag AI | Anggaran | Alignment % | Status |
|---|---|---|---|---|